KepadaYth.

Seluruh Produsen, Importir/Distributor Pangan Olahan

di Tempat

P E N G U M U M A N

No. HM.01.01.52.06.19.2922

TENTANG KETENTUAN PELABELAN PANGAN OLAHAN

Dalam rangka implementasi Peraturan Kepala Badan POM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, dengan ini kami mengingatkan kembali ketentuan label pangan olahan yang harus dipenuhi dalam proses registrasi pangan olahan :

  1. Informasi kedaluwarsa “Baik Digunakan Sebelum” dan Halal harus dicantumkan pada bagian utama label /bagian depan label.
  2. Pencantuman BTP

a)     Pencantuman BTP pewarna pada komposisi harus menyebutkan jenis pewarna apakah alami atau sintetik.
Contoh :
Pewarna alami merah bit
Pewarna sintetik Kuning FCF CI. No. 15985
b)     Pencantuman BTP pemanis pada komposisi harus disertai jenis pemanis alami atau buatan.
Contoh :
Pemanis alami sorbitol
Pemanis buatan aspartam

3. Pencantuman Informasi Alergen

a)     Keterangan tentang Alergen wajib dicantumkan pada Label yang mengandung Alergen dan berdekatan dengan daftar bahan atau komposisi.
b)     Alergen sebagaimana dimaksud dapat berupa:

        • serealia mengandung gluten, yaitu gandum, rye, barley, oats, spelt atau strain hibrida
        • telur
        • ikan, krustase (udang, lobster, kepiting, tiram), moluska (kerang, bekicot, atau siput laut)
        • kacang tanah (peanut), kedelai
        • susu (termasuk laktosa)
        • kacang pohon (tree nuts) termasuk kacang kenari, almond, hazelnut, walnut, kacang pecan, kacang Brazil, kacang pistachio, kacang Macadamia atau kacang Queensland; kacang mede
        • sulfit dengan kandungan paling sedikit 10 mg/kg (sepuluh miligram per kilogram) dihitung sebagai SO2 (dapat berupa belerang dioksida, natrium bisulfit, natrium metabisulfit, kalium sulfit, kalsium bisulfit, dan kalium bisulfit) untuk produk siap konsumsi.

c)     Keterangan tentang Pangan Olahan yang mengandung Alergen wajib dicantumkan bahan alergen dalam daftar bahan dengan tulisan yang dicetak tebal dan mencantumkan tulisan informasi Alergen berupa “Mengandung alergen, lihat daftar bahan yang dicetak tebal”  
 
d)     Pangan Olahan yang diproduksi menggunakan sarana produksi yang sama dengan Pangan Olahan yang mengandung Alergen wajib mencantumkan informasi tentang kandungan Alergen, berupa tulisan :

        • “Diproduksi menggunakan peralatan yang juga memproses ...” diikuti dengan nama alergen;
        • “Mungkin mengandung ...” diikuti dengan nama alergen; atau
        • “Dapat mengandung …” diikuti dengan nama Alergen.

4. Label pangan olahan yang telah memiliki Izin Edar wajib menyesuaikan paling lama 30 (tiga puluh) bulan sejak peraturan diundangkan (19 Oktober 2018) melalui  registrasi variasi,

5. Agar perusahaan memperhatikan grace period yang telah ditetapkan terkait dengan stok dan pencetakan label.

Demikian, untuk diketahui dan dilaksanakan.

Dikeluarkan di

:

Jakarta

Pada Tanggal

:

27 Juni 2019

Direktur Registrasi Pangan Olahan

Anisyah, S.Si, Apt, MP