FAQs Bahan Tambahan Pangan (BTP)

Nama dan Golongan BTP yang diizinkan ditambahkan ke dalam produk pangan adalah yang sudah diatur dalam Peraturan Kepala Badan POM tentang BTP dan/atau izin penggunaan dari Direktorat Standardisasi Pangan Olahan. Penilaian kesesuaian jumlah penggunaan BTP terhadap persyaratan batas maksimum dilakukan berdasarkan komposisi dan hasil analisa.

Penilaian BTP Carry over mengacu pada prinsip berikut :
1. JIKA penggunaan diatur di Bahan Baku dan Produk Akhir, MAKA : Batas maksimum mengacu pada batas maksimum di produk akhir (kategori pangan)
2. JIKA penggunaan diatur di Bahan Baku dan tidak diatur di Produk Akhir, MAKA:
  - Tidak perlu izin penggunaan apabila hasil perhitungan BTP ikutan lebih kecil dibandingkan batas maksimum
  - Pada saat batas maksimum BTP yang ditetapkan pada bahan baku tersebut CPPB, maka perhitungan tersebut di atas tidak berlaku
3. JIKA penggunaan tidak diatur di Bahan Baku dan diatur di Produk Akhir, MAKA : Batas maksimum mengacu pada batas maksimum di produk akhir (kategori pangan)
4. JIKA penggunaan tidak diatur di Bahan Baku dan tidak diatur di Produk Akhir, MAKA : izin penggunaan BTP.

Ya

Pendaftar harus mengajukan izin penggunaan terlebih dahulu ke Direktorat Standardisasi Pangan Olahan.

Tidak boleh, selama tidak diatur dalam peraturan dan tidak terdapat izin penggunaan dari Direktorat Standardisasi Pangan Olahan.

Acuan persyaratan untuk produk BTP adalah sebagai berikut:
a. Untuk BTP tunggal mengacu pada Kodeks Makanan Indonesia (KMI)
b. Untuk BTP Campuran mengacu Peraturan Kepala Badan POM tentang BTP Campuran.
c. Untuk BTP campuran dengan perisa mengacu Peraturan Kepala Badan POM tentang BTP Campuran dan Peraturan Kepala Badan POM tentang Perisa.
d. Untuk sediaan Pemanis Table Top mengacu ke Peraturan Kepala Badan POM tentang Kategori Pangan. Untuk pelabelan mengacu ke Peraturan Kepala Badan POM tentang BTP Pemanis.

Boleh, asalkan telah memiliki Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Produsen BTP (IP) dari Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan, dan melakukan proses pendaftaran sesuai prosedur.

Kriteria sediaan BTP pemanis:
- Pemanis (Sweetener) adalah bahan tambahan pangan berupa pemanis alami dan pemanis buatan yang memberikan rasa manis pada produk pangan.
- Sediaan BTP pemanis hanya dapat didaftarkan dalam bentuk Table Top baik tunggal maupun campuran dan termasuk dalam kategori 11.6 dan didaftarkan melalui e-registration Pangan Olahan
- Pendaftaran BTP pemanis tunggal mengacu KMI (produk hanya mengandung pemanis tunggal, tanpa bahan baku dan BTP lain) dan didaftarkan melalui pendaftaran e-reg BTP.

Untuk BTP dengan batas maksimum namun tidak memiliki ADI penilaian berdasarkan komposisi yang ditambahkan, kecuali pewarna, pengawet, pemanis, dan antioksidan tetap harus diuji.