FAQs Istilah

Pernyataan tersebut hanya dapat digunakan untuk pangan olahan yang tidak dicampur dan tidak diproses atau pangan olahan yang diproses secara fisika tetapi tidak merubah sifat dan kandungannya.

Pernyataan tersebut hanya dapat digunakan untuk pangan olahan yang tidak ditambahkan sesuatu apapun, misalnya Air Minum Dalam Kemasan.

Pernyataan tersebut hanya dapat digunakan untuk pangan olahan yang tidak ditambahkan/dicampur dengan bahan lain.

Pernyataan tersebut tidak dapat digunakan untuk pangan olahan yang dicampur dengan bahan yang dapat mengaburkan keasliannya, seperti penggunaan perisa.
Misalnya: Susu cokelat yang menggunakan cokelat dan perisa cokelat tidak dapat mencantumkan kata “Dengan Cokelat Asli”

Pernyataan tersebut hanya dapat digunakan jika bahan tersebut merupakan salah satu bahan baku utama yang digunakan dalam Pangan Olahan yang bersangkutan (kandungan bahan tersebut minimal 50%).

Ketentuan pencantuman Vegan pada label adalah:
a. Pencantuman keterangan vegan pada produk Pangan dapat dilakukan sepanjang produk tidak mengandung bahan Pangan berbasis hewan termasuk produk olahan dan produk turunan daging, telur, susu, atau madu.
b. Keterangan vegan mencakup logo vegan dan/atau tulisan vegan.
c. Pembuktian produk vegan dilakukan melalui hasil pengujian DNA.

a. Pencantuman keterangan untuk membedakan mutu suatu pangan tersebut dapat digunakan dalam hal pangan tersebut memiliki perbedaan yang jelas terkait karakteristik mutu dan/atau kandungan gizi dengan pangan olahan sejenis.
b. Perbedaan kandungan gizi tersebut harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
c. Pangan olahan sejenis sebagaimana dimaksud merupakan pangan yang diproduksi oleh perusahaan yang sama dengan nama jenis yang sama dan telah memiliki izin edar.