FAQs Peringatan

Ketentuan pencantuman peringatan untuk pangan olahan yang mengandung bahan berasal dari babi adalah:
1) Pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus berupa tulisan ”MENGANDUNG BABI” dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah di atas dasar putih
2) Sebagaimana dimaksud pada angka 1) harus jelas terbaca dan proporsional terhadap luas permukaan label dengan ukuran paling sedikit 1,5 mm serta dicantumkan pada bagian yang paling mudah dilihat oleh konsumen.
3) Penulisan bahan pangan yang berasal dari babi harus diikuti dengan kata “babi‟.

Pangan Olahan yang proses pembuatannya bersinggungan dan/atau menggunakan fasilitas bersama dengan bahan bersumber babi pada Label harus mencantumkan tanda sebagai berikut:

"Pada proses pembuatannya bersinggungan dan/atau menggunakan fasilitas bersama dengan bahan bersumber babi"

Ketentuan pencantuman peringatan untuk pangan olahan yang mengandung alkohol adalah:
a. Pangan olahan lain yang mengandung alkohol, wajib mencantumkan kadar alkohol pada label.
b. Kadar alkohol dicantumkan dalam bentuk persentase. Contoh: ”mengandung alkohol ±... %”.
c. Alkohol ikutan (carry over) dicantumkan setelah bahan yang mengandung alkohol tersebut. Contoh: “Komposisi: ….., cokelat (mengandung alkohol), ….”
d. Pangan olahan lain yang menggunakan alkohol atau bahan baku yang mengandung alkohol namun tidak terdeteksi pada produk akhir, keterangan tentang kandungan alkohol tidak perlu dicantumkan pada label.

Pada Label produk susu harus dicantumkan tulisan

Perhatian!

Tidak Cocok Untuk Bayi sampai Usia 12 Bulan
Tidak untuk menggantikan air susu ibu
berikut:
Tulisan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus jelas terbaca dan proporsional terhadap luas permukaan label dengan ukuran huruf minimal 1,5 mm (satu koma lima milimeter) serta dicantumkan pada bagian yang paling mudah dilihat, diamati, dan/atau dibaca.