FAQs Sertikat Merek, Halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), DLL

Sertifikat merek dilampirkan jika pada label tercantum tanda ® atau ™.

a. Diterbitkan oleh instansi yang berwenang (Direktorat Merek, Kementerian Hukum & HAM RI).
b. Nama dan alamat pemilik sertifikat merek sesuai dengan identitas Perusahaan/Pendaftar. Apabila tidak sama, maka Pendaftar harus menyertakan surat perjanjian atau sejenis untuk menggunakan merek tersebut.
c. Masih berlaku pada saat pendaftaran pangan dan atau sedang melakukan proses perpanjangan yang dibuktikan dengan bukti perpanjangan Sertifikat Merek disertai dengan pernyataan bermaterai akan melaporkan jika perpanjangan tidak disetujui.
d. Mencantumkan contoh sesuai dengan yang tercantum pada label.
e. Pada uraian barang/jasa tercantum jenis pangan sesuai dengan yang didaftarkan.

Tulisan/gambar/lukisan yang tercantum pada label seharusnya sama persis dengan yang tercantum di sertifikat merek.

Tanda daftar merek masih ada kemungkinan untuk ditolak apabila tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sertifikat merek dari luar negeri berlaku apabila berasal dari negara tersebut merupakan anggota dari Madrid Protocol.

Sertifikat halal dilampirkan untuk pangan yang mencantumkan logo Halal pada label. Sertifikat halal harus masih berlaku pada saat pendaftaran.

Pendaftaran produk baru dapat mencantumkan logo halal dengan melampirkan sertifikat halal yang masih berlaku sesuai dengan produk dan alamat pabrik yang didaftarkan.

- Apabila pada surat tersebut dinyatakan bahwa produk sedang dalam proses perpanjangan halal, maka logo halal belum dapat dicantumkan
- Apabila pada surat tersebut dinyatakan bahwa produk sudah dinyatakan halal dalam sidang fatwa dan sedang menunggu penerbitan sertifikat halal, maka logo halal dapat dicantumkan

a. Dilampirkan untuk produk wajib SNI sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau mencantumkan logo SNI pada label.
b. Mengacu kepada SNI terbaru dan diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Produk yang terakreditasi.
c. Mencantumkan nama dagang dan jenis produk yang sesuai dengan produk yang didaftarkan.
d. Mencantumkan nama dan alamat pabrik sesuai dengan produk yang didaftarkan.
e. Masih berlaku pada saat pendaftaran Pangan Olahan.

a. Mulai tanggal 2 Desember 2016, persyaratan parameter hasil analisa pada sistem e-registration telah mengacu pada syarat mutu kopi instan dan kopi instan dekafein sebagaimana yang ditetapkan pada SNI 2983:2014.
b. Pemberlakuan SNI wajib Kopi Instan juga termasuk kopi instan dekafein

Produk-produk yang diberlakukan sebagai SNI wajib harus menyesuaikan sesuai ketentuan yang berlaku

Surat Ijin Pengambilan Air Tanah/Air Bawah Tanah/Air Permukaan/Mata Air (SIPA/SIPMA) dan hasil analisa air baku tidak dipersyaratkan pada pengajuan pendaftaran pangan olahan.

Sertifikat vegan dan/atau hasil pengujian DNA hewan dilampirkan untuk Pangan Olahan yang mencantumkan logo dan/atau tulisan vegan. Hasil pengujian DNA hewan harus memberikan hasil tidak terdeteksi dan sertifikat vegan diterbitkan oleh lembaga yang berwenang.